Kamis, 03 Agustus 2017

LAPORAN PERJALANAN EKSPEDISI SUSUR GOA








LAPORAN PERJALANAN EKSPEDISI SUSUR GOA
FOUR DIVISION ONE EXPEDITION
BREAK YOUR LIMIT
CIARA XII

 Organisasi Cinta Alam Raya merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang kepencitaalaman di SMA Negeri 5 Kota Tangerang Selatan, CIARA sendiri tengah menjalani 4 perjalanan Divisi dalam 1 Ekspedisi terpadu,  Di urutan pertama yang akan saya ceritakan kali ini yaitu perjalanan Ekspedisi Caving ke Goa Ciasem-Cikenceng yang berada di Bogor,  tema dalam series pertama ini yaitu Break your limit berasal dari bahasa inggris yang berarti pecahkan batasmu,  kenapa(?) karna dalam Ekspedisi Caving ini, kami menjalani penelusuran dua macam goa sekaligus dalam 1 perjalanan,  itu dapat menjadi babak baru yang memecahkan batas CIARA sebagai salah satu sispala yang pertama kali menjalani ekspedisi goa vertikal.
Sebelumnya saya mau perkenalan dulu nih, ok sung sajo nama saya Nurafni Fatimah atau panggil saja saya Afni dan nomor anggota saya CRA/XII/16-179. saya adalah ketua Divisi caving sekaligus Ketua perjalanan ekspedisi yang merupan perjalan susur goa pertama bagi saya. Persiapan demi persiapan yang matang Mulai dari  kesiapan fisik, pemantapan materi dan latihan-latihan rutin setiap harinya mengejar target menjelang dekat waktu ekspedisi.
Cerita bermula pada Sabtu,17 juni 2017. Jam berangkat kita di bagi dua yaitu tim ciasem dan tim cikenceng. Tim ciasem berangkat pukul 5.30 dari rumah maula yang terdiri dari anggota aktif Femi Putri Yuniar CRA/XII/16-177,Nadia Suwari H CRA/XII/16-178, Nurafni Fatimah CRA/XII/16-179, Maula Hidayati CRA/XII/16-181, Yunisha Dewi CRA/XII/16-187, Putri Widyawati Z CRA/XII/16-189 dan senior Nada Ramadhani Diwanti CRA/XI/15-162 yang menggunakan mobil bang ricky menuju desa lewikaret Bogor. Nah karna waktu survey kita pakai kendaran motor lewat jalan biasa, kenyataanya kita pakai mobil yang rutenya menggunakan tol jadi pas keluar tol kita lumayan bingung dan alhasil kita sempat nyasar. tapi, setelah lumayan kita muter-muter nyari jalan akhirnya kita sampai dan kita langsung singgah ke PALIKAR (Pecinta Alam Lewikaret) pada pukul 07:05. bang Ricky pun pulang setelah mengantarkan kita sampai di PALIKAR dengan selamat. Sedangkan tim cikenceng yang terdiri dari Anggota Aktif Nilam mailani CRA/XII/16-182, syafina amanda p CRA/XII/16-183, Aditya Luthfi CRA/XII/16-185, Anggraini CRA/XII/16-186, Putri Widyawati Z CRA/XII/16-189, Putri Indah CRA/XII/16-190 dan senior Sultoni Toha Napi CRA/II/6-048, Nandar CRA/V/9-063, Wirawan Yuda Kusuma CRA/II/13-094. Alumni Ronald Evriyanto CRA/X/14-138, Yuliamanda CRA/XI/15-160, Alfiana CRA/XI/15-170, Aj Rohman CRA/XI/15-171, Adam Syahru CRA/XI/15-165. Tamu yaitu Mang Dadang

Pada pukul 08:44 Setelah berbincan- bincang sebentar dengan bang Juli dari PALIKAR dan harus memutar otak karna motor yang seharusnya untuk mobile mengantar alat ke salah satu rumah warga yaitu pak Eman untuk singgah sebelum menju lokasi. Sedangkan untuk jalan ke sana kita mendapatkan kendala. Jad.ilah kita diantar sama bang Juli yang baik hati menggunakan sepeda motor secara bergantian sampai semua berkumpul di pak eman. Semua peserta pun istirahat dan bersiap siap untuk ke enterance goa ciasem.

Pukul 11.50 Setelah menitipkan beberapa bawaan yang tak perlu di pak Eman kita pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. karena menunggu senior Basril A Yapi CRA/VI/10-071, Desi Komariah CRA/PERINTIS/4-003, Rizky Bahrain CRA/PERINTIS/4-017, Ahmad Mujahid R CRA/V/9-066 dan tim instruktur bang Bagas dan bang Putra yang merupakan tamu dari KMPA Eka Citra yang masih dalam perjalanan mengingat waktu terus berjalan. Sedangkan Tim Cikenceng Berkoordinasi dengan Bang Nandar terkait keberangkatan.

      Pukul 12.00 saat semakin teriknya matahari  dan hausnya dahaga, begitupun beratnya beban yang harus kami bawa kadang memaksa kami harus beristirahat lebih lama untuk mengumpulkan kembali energi dan melanjutkan perjalanan. Pada Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan menguras keringat kita pun sampai di enterance Goa Ciasem dengan di antar oleh anaknya Pak Eman. Setelah itu kita beristirahat sejenak sambil memikirkan tempat untuk bikin flysheet. karna tempatnya yang terbatas jadilah kita bikin seadanya dekat enterance, setelah itu persiapan untuk rigging dan Eksplor Goa sambil menunggu para senior dan Tim instruktur datang. Sedangkan tim cikenceng masih dalam perjalanan.

Akhirnya dan akhirnya yang di tunggu pun tiba. yaitu, Tim Istruktur KMPA Eka Citra Bang Putra EC dan Bang Basril dan disusul tak berapa lama yaitu bang ame,bang bagas EC, bang moja dan kak ceme. pada pukul 13.01rigging anchor pun dimulai dan persiapan tim 1 untuk eksplor Goa yang terdiri dari Afni   (Leader ),Femi (Caver 2), Nadia (Caver 3),Maula (Caver 4),Bang Putra EC (Team Quality Control),Bang Basril (Tim darat). Sedangkan Tim Cikenceng sudah sampai dan sedang Singgah di Linggih Alam.






Pukul 15.00 eksplor Gua ciasem pun dimulai ole Tim 1. Sedangkan, Tim Cikenceng Mendirikan Camp site di Sekitar lapangan terdekat di Lokasi Goa Cikenceng untuk persiapan buka puasa dan mobile makanan ke ciasem. Gua Ciasem merupakan goa vertikal sehingga di perlukan tekhnik SRT untuk menelusurinya yang juga termasuk ke dalam jenis gua batuan gamping (pelarutan batuan kapur akibat aktivitas air) Ciasem sendiri memiliki tipe gua Collapse Doline yang  membentuk sinkhole atau sumuran dengan luas mulut gua yang lumayan besar. Namanya juga pertama kali pasti ada rasa pacuan jantung nya. Yaa alhamdulillah pitch 1 kita lewati dengan aman, kita pun langsung di sambut oleh indahnya stalagmit dan suara kelelawar . lanjut pitch 2  yang kita diharuskan untuk merayap karna lubang yang kita lalui semakin kecil. penelusuran juga lebih dari target yang ditentukan karena kendala pada alat autostop yang digunakan saya dan yang lainnya serta semakin beratnya medan dan tenaga yang kurang mencukupi para tim, untungnya Bang Putra lagi-lagi bersabar menunggu kita semua sampai lanjut ke pitch 3, yang merupakan akhir dari penelusuran. kita semua pun istirahat dan berbuka puasa dengan indahnya kesederhanaan di dalam Goa yang jadi saksi sejarah dalam kegelapan abadi. stalakmit, stalaktit dan ornamen lainnya menghiasi  ruang kegelapan abadi tak kelewat si kelelawar, cacing-cacing dan laba-laba dan makhluk lainnya sang penghuni kesunyian




Pukul 21.25 Setelah Tim 1 melakukan eksplor goa  saya dan tim 1 melakukan pergantian alat dengan Tim 2 untuk bersiap-siap eksplor goa dan beristirahat. Tim 2 terdiri dari Bang Moja (Leader), Putri(Caver 2), Bang Aj(Caver 3), Ka Nada (Caver 4), Bang Bagas EC (Team Quality Control), Bang Basril EC (Tim darat). Saat Eksplor Tim 2 tidak mengalami masalah dan waktunya juga kurang dari target yang ditentukan karena hanya mencapai pitch 1 mengingat hari yang semakin larut malam sehingga selesai pada pukul 23.37 dilanjutkan dengan clean alat dan persiapan menuju base camp cikenceng. Sedangkan aditya dan rini (Tim Cikenceng) menuju daerah dekat rumah pak eman untuk melakukan pejemputan Tim Ciasem.
Pukul 00.13 Setelah Cleaning kita semua pun kembali ke pa eman. tetapi karna sudah malam  kita pun langsung menuju penjemputan yang akan membawa kita semua ke Base Camp Cikenceng. Tak menunggu lama kita pun sampai dan langsung di sambut oleh Tim Cikenceng untuk ISOMA(Istirahat, solat,Makan). Sebelum tidur 02.30 evaluasi keseluruhan kegiatan yang telah dilaksanakan pun di mulai, yang di pimpin oleh ketuplak yaitu saya sendiri. Setelah selesai karna waktu menujukan pukul 04.00 jadilah kita sahur dan berlayar ke negeri sang pemimpi(Tidur).



Minggu, 18 Juni 2017 pagi-pagi buta kami pun sudah mulai persiapan dan briefing untuk melanjutkan penelusuran gua cikenceng. Goa ini termasuk dalam kategori goa horizontal. Kali ini tim juga di bagi menjadi 2 . Tim 1 terdiri dari Nilam, Syafina, Yuni, Sani, Putri W, Aditya, Maula, Rini, Bang Putra EC (leader) dan Bang Ame EC (sweeper). Sedangkan yang jadi Tim darat yaitu Afni, Femi, Ka Nada, Bang Tepe ,Mang dadang, Nadia, Putri, Bang Yudha, Bang Ronald, dan Bang Adam. Sebelum eksplor, di lakukan doa bersama dan pen-dokumentasi-an, lalu lanjut menuju mulut goa melakukan eksplor pada 06.25 sekitar 3 jam Tim 1 melakukan eksplor gua. karna, memilih pintu masuk dan pintu keluar berbeda alias tembus dan kita melewati 2 air terjun sehingga diharuskan pemasangan etrier(tangga) untuk melalulinya dan tugas tim 1 untuk memasangnya. Dibutuhkan kerja sama tim yang bagus untuk dapat melewatinya. Setelah Tim 1 selesai eksplor dan melakukan pergantian alat.Tim 2 pun berdoa dan bersiap memasuki Goa Cikenceng anggota terdiri dari Afni ,Nadia,Femi,Ka Nada, Putri, Bang Adam, Bang Ronald, Bang Tepe, Ka Basril EC (Leader), Ka Bagas EC (Sweeper) sedangkan Tim darat adalah Tim 1 yang tadi melakukan Eksplor Goa Cikenceng. Eksplor pun di mulai pada 09.07 Nah karna tim 2 adalah tim yang terakhir, sehingga bertugas untuk Cleaning alat atau membawa kembali alat yang di gunakan untuk melewati lintasan seperti webbing. Terdapat kejadian lucu saat saya dan Tim 2 sedang melakukan eksplor saat di persimpangan kita salah ambil jalan sehingga kita kembali ke titik awal pintu masuk, untung Femi dan saya segera menyadarinya.


Sebelumnya akan saya paparkan bagaimana medan  Goa Cikenceng ini. Pertama masuk kita akan langsung disambut dengan pameran-pameran stalaktit dan stalakmit yang saling beradu membentuk sebuah ornamen yang tiada tandingnya. Terdapat  Lorong sempit yang terkadang memaksa kami merapatkan bagian tubuh dengan harapan dapat mengecilkan beberapa bagian tubuh sehingga kami bisa melewati lorong tersebut. Sepanjang pameran ukiran tersebut, kami juga dihadang oleh medan yang tidak ramah, seperti air terjun, jalanan yang licin karena berlumpur. Juga,  terdapat 3 sum didalamnya dan kita di haruskan menyelam Untuk melewatinya. Sedangkan medan yang lain kita dapat menelusurinya dengan cara berjalan, membungkuk bahkan merangkak.  Mulai dari celah yang lebar sampai lubang jarum sekalipun. Terkadang juga kami mencium bau menyengat yang disinyalir merupakan kotoran dari kelelawar.

Tim 2 kembali pada pukul 11.55  lalu kembli ke tempat Camp untuk melakukan Bersih-bersih di kali belakang sekret Linggih Alam, Serta Pengecekan alat logam dan Sholat Zhuhur. Sebelum pulang, pukul 14.20 Maula, Nadia, Afni, Rini, Putri I  sebagai perwakilan menuju Sekretariatan Linggih Alam untuk melakukan Bakti Sosial. Wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama dan bukan jadi penggiat alam yang hanya datang lalu pergi. Tetapi dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap warga daerah sekitar . Sedangkan yang lainnya melakukan Clean di tempat Basecamp untuk persiapan pulang.




Tepat pukul 17.00 hujan pun turun deras saat kami ingin pulang, terpaksa kita meneduh di saung tidak jauh dari tempat Camp sambil istirahat dan menunggu Bang ricky untuk penjemputan kembali ke tangsel. Kita pun Buka puasa dan kembali melakukan Bakti Sosial di Sekretariatan Palikar yang dilakukan oleh saya dan Aditya sebagai perwakilan. Baru pada pukul 18.44 Semua peserta menuju perjalanan pulang dan kembali ke  tangerang Selatan pada pukul 20.45 sampai kembali di titik kumpul yaitu rumah maula untuk menaruh alat-alat dan Seluruh Peserta pulang kerumah masing-masing dengan selamat dan sehat wal afiat.
Hal yang selalu saya ingat bahwa suatu proses yang berat tidak akan menghianati hasil. Perjalanan ini seperti narasi panjang yang memberikan pemahaman bahwa mengenal alam merupakan proses yang panjang, yang kita perlukan adalah keberanian untuk keluar dari zona aman dan melangkah kedepan untuk menguak ketidaktahuan. Goa Ciasem-Goa Cikenceng tempat saksi sejarah yang akan jadi tempat banyak cerita untuk dibagikan kepada orang terdekat saya .sebuah tempat yang memiliki nilai artistik yang tinggi,  masih banyak hal yang menarik untuk dieksplorasi. Bahkan Semua ukiran yang ada di dalamnya merupakan karya Tuhan yang patut disyukuri dan di jaga kelestariannya dengan Bijak.
Terima Kasih banyak kepada badan diklat Ciara atas perijinan nya dan pendampingan nya serta Tim dari KMPA Eka Citra sehingga saya dapat melakukan tugas saya ini, begitu juga dengan anggota aktif ciara yang membantu persyaratan dalam melakukan ekspedisi ini. Tak lupa para alumni, tamu, dan Bang ricky yang sudah bela-belain mengantarkan kita jadi telat ngampus terimakasih semua yang telah turut mensukseskan acara ini.





Selasa, 20 Juni 2017

Pengertian dan Sejarah Orienteering

Pengertian dan Sejarah Orienteering
pengertian 
Orienteering adalah merupakan salah satu cabang olahraga outdoor yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi pada pemainya dan pada umumya permainan ini  menggunakan peta beserta kompas dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain atau lebih lengkapnya point to point yang di mainkan pada alam bebas. Normalnya, pelaku permainan orienteering harus bergerak dengan cepat. Pemain diberi sebuah peta topografi, biasanya peta pemainan orienteering berbeda dengan peta pada umumya dan merupakan peta khusus yang akan digunakan untuk menemukan titik kontrol (control point).


Sejarah Orienteering.
Sejarah atau awal dari orienteering dimulai pada akhir abad ke-19 di negara swedia. Kata "orienteering" sebenarnya pertama kali digunakan pada tahun 1887 yang mempunyai artinya melintasi suatu daerah yang tidak diketahui (unknown land) dengan bantuan peta dan kompas secara normal. Di negara swedia, orienteering telah berkembang pesat dan merupakan olahraga faforit bagi para anak-anak. Kompetisi orienteering yang pertama di gelar di negar norwegia pada tahun 1897.

                                            


Peta yang digunakan dalam orienteering pada dasarnya identik dengan peta topografi umumnya namun yang membedakan adalah pemberian warna dalam arti khusus peta. Untuk memudahkan dalam membacanya  orienteering ini merupakan mediasi latihan untuk para perwira militer, yang telah mengembangkan banyak variasi dalam bentuk permainan dan olahraga. Diantaranya yang tertua dan yang paling popular adalah foot orienteering, sebagai awal dari semua variasi lainnya
Tetapi pada dasarnya setiap olahraga yang melibatkan ketepatan waktu dan membutuhkan alat navigasi dengan menggunakan peta dan kompas adalah orienteering. Orienteering juga termasuk dalam program acara olahraga dunia termasuk olimpiade dunia, world police dan fier games. Gambar pada sisi kanan merupakan personal equipment (thumb compass and protractor compass)

Olahraga orienteering menggabungkan teknik navigasi dengan metode khusus dari perjalanan. Karena metode perjalanan menentukan peralatan yang dibutuhkan dan taktik, setiap olahraga memerlukan aturan khusus dalam kompetisi dan pedoman  orienteering logistic. olahraga yang termasuk dalam orienteering antara lain:
1.       foot orienteering
2.       mountain bike orienteering
3.       Ski  orienteering
4.       Trail orienteering
5.       Radio orienteering (termasuk jenis foxoring and ROCA)
6.       Canoe orienteering
7.       Mounted orienteering
8.       Rogaining
9.       Sportlabyrinhth- micro orienteering

10.   Mountain marathon 

Kamis, 25 Mei 2017

MALAYSIA ORIENTEERING ASIAN CUP 2017


MALAYSIA ORIENTEERING ASIAN CUP 2017


Minggu, 14 Mei 2017



Maula Hidayati adalah perwakilan pelajar Indonesia dari CIARA, SMAN 5 Tangerang Selatan yang mengikuti lomba diperak, Malaysia. Yaitu Malaysia Orienteering Asia Cup 2017. Maula mengikuti kompetisi ini karena ia ingin mengharumkan nama CIARA dan SMAN 5 Tangerang Selatan. Perlombaan itu berjalan dengan baik. Dan diikuti oleh beberapa Negara di Asia, Maula pun bersaing dengan perwakilan beberapa Negara yang mengikuti kompetisi tersebut.
Alhamdulillah Maula Hidayati mendapatkan urutan ke 8 dalam kategori pelajar seAsia.

Berikut tim orienteering perwakilan dari Indonesia yang berpartisipasi dealam perak Malaysia orienteering Asian Cup 2017 yang terdiri dari 4 Organisasi yaitu:
v  SMAN 5 Tangerang Selatan – SISPALA CIARA
v  UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA  - EKA CITRA
v  UNIVERSITAS SEBELAS MARET – MEPA

v  FAKULTAS EKONOMI DINAMIK TEKNIK – METALA   

Minggu, 23 April 2017

Kemenangan Lomba Orienteering



Minggu, 23 april 2017
Beberapa anggota sispala Ciara mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba CONTRA (circuit orienteering banten). Sispala Ciara menurunkan 8 atleet orienteering
1.       Maula hidayati
2.       Geraldo joan pratama
3.       Daffa safhwan
4.       Shalva anggraini
5.       Lanang rahat
6.       Maurin salsabila
7.       Amanda pramesti
8.       Nissa nurazizah
Perlombaan dilaksanakan di SMK PERINTIS 1 SEPATAN, Tangerang. Biasanya kompetisi  CONTRA ini dilaksanakan setiap 1 tahun sekali tetapi dibeda-beda tempat namun masih wilayah kota Tangerang. Perlombaan berlangsung seperti perlombaan orienteering biasanya. Yang pertama melakukan registrasi ulang, lalu para peserta melakukan technical meeting, lalu para atleet orienteering dikarantina terlebih dahulu sebelum melakukan start. Para peserta dan official menyambut dengan antusias. Para atleet juga berlomba-lomba untuk mendapatkan juara.  Dan Alhamdulillah salah satu atleet dari sispala Ciara mendapatkan  juara ke 3 kategori  junior putri yaitu, MAULA HIDAYATI.
          



Kamis, 30 Maret 2017

CSO (CIARA STUDENT ORIENTEERING)


Ciara Student Orienteering
Beberapa hari yang lalu pada tanggal 18 febuari 2017 – 19 februari 2017 Sispala Ciara mengadakan Event Ciara Student Orienteering tingkat nasional 2017. Lomba ini disambut antusias oleh para peserta dan diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari 15 sekolah. Arti Orienteering sendiri adalah olahraga yang mana pesertanya menggunakan peta dan kompas untuk menemukan sejumlah lokasi kontrol di medan sebenarnya. Ciara Student Orienteering mempunyai 2 kategori yatu kategori putra dan putri. Lomba ini dilaksanakan di SMAN 5 Tangsel, sebelum memulai kompetisi pada tanggal 18 februari 2017 kami mengadakan workshop yang menjelaskan mengenai Orienteering. Setelah selesai workshop sekitar pukul 17.00 wib kami mengarahkan para peserta memasuki ruang istirahat yang sudah disediakan. Pukul 19.00 wib peserta melaksanakan technical meeting dimana panitia memberi arahan pada peserta bagaimana perlombaan itu berlangsung dan peraturan apa saja  yang harus ditaati oleh peserta. Akhirnya technical meeting selesai sekitar pukul 20.30 wib dan para peserta yang menginap langsung menuju ruang istirahat.
Keesokan harinya pada tanggal 19 februari 2017, Lomba pun dimulai pukul 07.58 wib peserta melakukan chekbody setelah itu menuju start dan dimulailah perlombaan itu. Para peserta sangat semangat saat melaksanakan lombanya walaupun saat itu sedang hujan. Seiring berjalannya waktu sekitar pukul 09.30 wib sebagian peserta sudah ada yang finish. Peserta yang sudah finish beristirahat sambil menunggu peserta yang lain finish. Sekitar pukul 12.00 wib peserta makan siang dan beribadah. Pukul 13.00 kami memulai acara hiburan yang diisi oleh group band acoustic, modern dance dan flashmob dari panitia. Setelah semua tampil, akhirnya yang ditunggu tunggu tiba yaitu pengumuman pemenang dan pemberian hadiah berupa trophi, sertifikat, dan  uang tunai kepada para peserta yang menang. Setelah sudah diumumkan pemenangnya untuk kategori putra dan putri para peserta, panitia maupun alumni foto bersama.
 Perolehan Juara untuk kategori putra
Juara 1 Riki Ardiansyah (Rajawali sakti)
Juara 2 Muhammad Fachmi (palapa)
Juara 3 Gungun Gumilar (COT)

 Perolehan juara untuk kategori putri
Juara 1 Annisa Anggistamaya
Juara 2 Nadia Andina
Juara 3 Ririn Eka Windari



Minggu, 26 Februari 2017


LAPORAN PENANGGUNG JAWABAN DAN SERAH TERIMA JABATAN CIARA PERIODE 2016 ANGKATAN 11 KE ANGKATAN 12 PERIODE 2017


Pada tanggal 28 januari 2017 ciara angkatan XI telah melakukan laporan penanggung jawaban selama 1 tahun ia menjabat, suka maupun duka ia lewati bersama, tugas dan proker telah dijalankan sebagaimana harusnya. Banyak kekurangan dan kelebihan, juga banyak rintangan yang didapat. Tidak terasa sudah 1 tahun mereka lewati bersama, banyak kesan dan pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman ini. Menjadi lebih baik untuk CIARA kedepannya. Terimakasih atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan kepada CIARA angkatan 12 semoga kita bisa memajukan CIARA dan menjaga nama baik CIARA. Sukses untuk CIARA angkatan XI.
Dan semangat terus untuk CIARA angkatan 12. Masih panjang perjalanan, masih banyak tugas untuk membuat CIARA lebih dikenal,  jauh lebih baik dan meraih prestasi yang lebih banyak lagi.


PERESMIAN SERAH TERIMA JABATAN DARI CIARA ANGKATAN 11 PERIODE 2016 KE CIARA ANGKATAN 12 PERIODE 2017

SALAM LESTARI

Minggu, 05 Februari 2017

EKSPEDISI GUNUNG HUTAN CIARA XI

Assalamualaikum Wr.Wb
        
    Saya Yudhistira Alfarishi  selaku ketua divisi Gunung Hutan anggota CIARA (Cinta Alam Raya) angkatan XI yang bernomor anggota CRA 165 ingin menceritakan kegiatan ekspedisi Gunung Hutan dengan tujuan ke Gunung Slamet, Baturaden, Jawa Tengah. Dari beberapa anggota aktif yang mengikuti kegiatan ini untuk memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku yaitu 5 orang dari anggota CIARA yang aktif antara lain (Adam Syahru CRA XI 164, Yulia Amanda Kharisma CRA XI 160, Isnaini Azizah CRA XI 174, Zaira Alya Farah CRA XI 172 dan saya sendiri, Yudhistira Alfarishi CRA XI 165) dan 3 pembimbing alumni CIARA  yang bernama Sultoni Tohanapi CRA II 048, Randi Ramadhan CRA X 143, dan Syamsul Ma’arif CRA X 144, serta 4 orang teman pembimbing saya yang kebetulan sama-sama mendaki gunung Slamet. Baiklah saya akan memulai cerita ekspedisi saya.

KAMIS, 05 MEI 2016

        Pada hari kamis tanggal 05 Mei 2016, saya dan tim ekspedisi berjanjian untuk berkumpul di terminal Lembang Ciledug, Tangerang Selatan. Tim ekspedisi sebagian sudah sampai di terminal Lembang pada pukul 16.50 disana tim ekspedisi menunggu rekan lain yang belum sampai di terminal. Tidak lama kemudian rekan-rekan tim ekspedisi pun sampai di terminal Lembang dan berkumpul sambil menunggu keberangkatan bus. Waktu menunjukan pukul 18.00 WIB kondektur bus jurusan Tangerang-Purwokerto, meberikan waktu bagi para penumpang untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan. Setelah 20 menit, kami masuk kedalam bus.  Pada saat di dalam bus ada sedikit masalah dengan tempat duduk, dimana hanya ada 3 kursi yang bisa kami duduki karena ada yang mendudukinya terlebih dahulu, dan sebagian dari kami pun terpaksa untuk duduk di tempat untuk merokok. Untung saja itu tidak terlalu lama, ada rombongan lain yang ingin bertukar tempat duduk dengan kita dan kita pun duduk di tempat yang cukup nyaman. Selama di dalam bus saya melihat-lihat keadaan diluar dan sesekali mengecek handphone untuk  memberikan kabar pada orang tua saya bahwa saya sudah dalam perjalanan dan sisanya saya gunakan untuk beristirahaat.
     
       Tidak terasa bus yang saya tumpangi berhenti di rest area pada pukul 22.45 WIB.  Pada saat di rest area saya dan tim ekspedisi melakukan sholat dengan bergantian karena hanya sebagian yang membawa sarung dan akhirnya saya menunggu di tempat makan dengan beberapa rekan saya yang juga ingin sholat. Saya dan teman-teman pun memakan makanan yang kami bawa dan kami makan bersama. Setelah selesai makan yang tadi solat pun selesai dan sekarang mereka yang makan dan saya dan sebagian teman saya solat bersama. Setelah selesai sholat saya dan teman saya balik ketempat makan itu lalu mengobrol. Tidak lama kemudian suara klakson bus kami pun berbunyi dengan suara khasnya. Saya dan tim ekspedisi pun langsung masuk ke dalam bus lagi. Bus akhirnya melanjutkan perjalanan menuju terminal Purwokerto, Jawa Tengah. Pada saat itu jam menunjukan pukul 23.20 WIB.  Setelah itu kami pun kembali tidur untuk mengembalikan tenaga yang sedikit terkuras.

JUM’AT, 06 MEI 2016

Tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 04.20 WIB.  Saya pun membangunkan rekan-rekan saya yang lain untuk bangun karena sebentar lagi kami akan sampai di terminal Purwokerto. Pukul 04.45 WIB  Kamipun turun dari bus dan mengambil barang kami di bagasi bus lalu jalan mencari tempat untuk istirahat dan sholat di dalam terminal Purwokerto. Setelah selesai kami mencari mobil carteran untuk menuju ke base camp gunung Slamet, Baturaden, Jawa Tengah. Setelah jam 06.10 WIB kami pun segera berangkat menuju base camp gunung Slamet. Sambil menghirup udara segar, kami melihat-lihat dan tanpa sengaja kami melihat universitas yang kami kunjungi waktu GTC beberapa waktu lalu. Setelah sekitar 2 jam kami pun sampai di base camp gunung Slamet Via Baturaden. Tetapi ada masalah ketika kita ingin melakukan perizinan mendaki karena jalur Baturaden yang lama di tutup karena longsor. Lalu penjaga base camp menyarankan kita untuk melalui jalur Baturaden yang baru, tetapi kita harus membayar sejumlah uang untuk melewati jalur tersebut untuk simaksi dan harus ditemani seorang guide jika harus melewati jalur tersebut karena jalur tersebut merupakan jalur baru untuk pendaki. Setelah berdiskusi akhirnya kami pun setuju untuk melewati jalur Baturaden yang baru.

Kami pun menuju gerbang awal pendakian, sebelum mendaki kami pun mengganti pakaian kami masing-masing lalu sarapan pagi. Pendakian kami dimulai pukul 09.15. Di perjalanan guide memberitahu kami bahwa kami merupakan rombonga ke 4 yang mandaki gunung selamet Via Baturaden baru dan rombongan pertama dari luar Jawa Tengah. Dengan jalur yang masih rapat kami pun hanya mendengar suara angin yang menghembus ke dalam hutan sampai daun-daun pun ikut menari serta suara burung-burung yang sangat indah. Kami berjalan santai sambil sesekali beristirahat, setelah berjalan cukup lama kami pun sampai di pos 1. Di pos 1 kami berbincang-bincang sambil menghilangkan rasa lelah. Setelah sudah rasa cukup, kita pun melanjutkan perjalan menuju pos bayangan 2. Sambil melihat-lihat sekeliling kita yang masih sangat rapat oleh pepohonan, kita sesekali berjumpa dengan dengan burung-burung penghuni gunung Slamet. Akhirnya kita pun sampai di pos bayangan 2, di sana saya dan Syamsul Ma’arif mengambil air di mata air, tetapi setelah sampai di mata air ternyata airnya sangat kotor kami pun tidak jadi mengambil air. Setelah cukup beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Semakin tinggi semakin rapat juga jalur yang kita lalui, dengan udara yang sejuk serta pepohonan yang hijau menjadi energi untuk saya dan tim ketika kita mulai lelah. Setelah sekatitar 2 jam kami pun sampai di pos 2, dengan suhu yang mulai dingin dan perut yang mulai bunyi, kita pun membuka cemilan berat kita untuk mengganjal rasa lapar, setelah 30 menit kita pun melanjutkan perjalan kita, pada saat saya ingin melanjutkan tiba-tiba kaki saya terbentur batang pohon kecil dan kaki saya pun membiru dan berdarah, rekan-rekan saya sambil menertawakan juga meberikan pertolangan pertama ke kaki saya.   

Setelah mengobati luka saya kami pun melanjtukan perjalan menuju pos bayangan 3, dengan cuaca yang yang dingin dan mulai turun rintik-rintik hujan kami pun terus berjalan sambil melihat-lihat kanan kiri kita yang penuh dengan pepohonan serta jurang yang cukup dalam. Setelah berjalan cukup lama kita pun sampai di pos bayangan 3. Sesampainya di pos bayangan kita bertemu dengan rombongan lain dari Purwokerto. Hujan mulai turun dan kita pun mengelurkan ponco masing-masing, sebagian dari kita pun mengambil air di mata air karena di pos bayangan 3 terdapat mata air. Setelah semuanya siap kita melanjutkan perjalanan menuju pos 3. Dengan jalur yang mulai terjal dan mulai licin akibat diguyur hujan. Setelah sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya kita pun sampai di pos 3 pada pukul 17.16 WIB.

Hujan semakin deras, suhu pun mulai dingin dan hari yang mulai gelap, kita pun segera mendirikan tenda dan flysheet di pos 3. Setelah selesai mendirikan tenda kita pun segera masuk ke tenda dan berganti pakaian hangat secara bergantian sambil mengeluarkan alat masak serta bahan makanan yang akan di masak. Hari pun mulai gelap, hujan pun sudah cukup reda. Kita mulai memasak sambil ditemani ribuan bintang di langit Baturaden. Ada kejadian lucu saat kita memasak, saat saya dan rekan saya Isnaini Azizah atau biasa dipanggil I’is ini memasak roti bakar, kita memasak menggunakan kompor trangia, karena api di trangia terlalu besar sehingga dengan reflek saya mengangkat tempat untuk memasak roti yang panas karena takut gosong rotinya dan saya dengan refleks juga saya melempar tempat itu karena panas ke bagian depan  tenda yang menyebabkan tenda berlubang. Kita semua pun tertawa terbahak-bahak melihat kejadian yang saya alami. Setelah makanan matang, kita pun mulai menyantap makanan yang selesai kita masak dengan berdo’a terlebih dahulu. Sambil berbincang-bincang kita makan dengan penuh keceriaan. Waktu menunjukan pukul 21.00 WIB, kita pun saling bercerita sambil membuat minuman hangat dan mengobrol bersama-sama sambil mengisi waktu sebelum tidur. Ketika kita semua ingin tidur saya keluar sebentar sambil melihat langit yang penuh dengan ribuan bintang dan membuat saya tenang serta bersyukur atas keindahan alam yang saya lihat, disitu juga untuk pertama kalinya saya melihat ada bintang jatuh, sangat tenang hati saya melihat indahnya bumi pada malam hari. Jam pun menunjukan pukul 21.30, saya pun memasuki tenda dan kita pun tidur dangan pulas untuk mengisi tenaga agar bisa menuju puncak besok pagi.

SABTU, 07 MEI 2016

            Alarm saya pun berbunyi pada pukul 02.00, rekan saya Zaira tidak mematikan lagunya karena lagunya enak kata dia, saya memasang lagu Mendadak Bolang yang dinyanyikan oleh Gleen Wass karena cocok untuk kami yang sedang berpetualang. Kami pun bersiap untuk menuju puncak Slamet. Kita mebawa 2 daypack yang dibawa saya dan Adam, setelah semua siap kita pun memulai pendakian ke puncak pada pukul 03.00, dengan suhu yang dingin kita berjalan dengan santai, tak terasa kita pun sampai di pos 4, karena tidak terlalu lelah kita pun melanjutkan menuju pos 5. Sesampainya di pos 5 kita berisirahat karena rekan saya yang perempuan ingin beristirahat, disana guide dan kita semua membuat api unggun untuk mengahangatkan tubuh. Setelah waktu menunjukan pukul 05.30, kita pun melanjutkan perlajalan menuju pos 6, di perjalanan kita melihat sunrise yang indah, meskipun bukan di puncaknya. Setelah sampai di pos 6 dengan  kita pun melaksanakan sholat subuh, setelah selesai sholat guide kita membuka hp dan ternyata masih dapat sinyal khususnya kartu im3.

Kita pun melanjutkan perjalanan menuju pos 7, meskipun sudah cerah tapi suhu di sini masing sangat dingin. Sesampainya di pos 7 kami beristirahat sebelum menuju batas vegetasi. Kita membuka makanan dan minuman untuk mengisi energi. Setelah energi kita terkumpul kembali kita melanjutkan perjalan menuju puncak. Rasa lelah, letih, capek kita terbayarkan ketika sampai di batas vegetasi, ketika kita melihat ke belakang tubuh kita, kita melihat pemandangan alam yang sangat indah. Setelah semuanya sampai di batas vegetasi kita semua berfoto-foto karena pemandangan alam yang sangat indah, tapi di batas vegetasi ini pula jalur yang kita lalui berubah dari tanah dan rumput menjadi bebatuan dan krikil-krikil yang cukup terjal. Disini 2 rekan saya Isnaini dan Yulia tidak melanjutkan perjalanan karena jalurnya yang cukup terjal dan sulit.

            Setelah sekitar 2 jam  perjalanan akhirnya satu persatu dari kita sampai di puncak Slamet, puncak tertinggi di Jawa Tengah pada pukul 10.38. tapi karena kita sudah cukup siang ketika sampai puncak sehingga di puncak kita hanya mendapatkan pemandangan yang kurang jelas akibat kabut, sebenarnyajika tidak ada kabut sangat indah pemandangan dari puncak Slamet. Sesampainya di puncak kita berfoto-foto, berbincang-bincang sambil makan siang.  Setalah kurang lebih 1 jam di puncak kita pun turun menuju pos 3. Sesampainya di pos 3 pada pukul 14.00  kita ISHOMA serta bersiap untuk turun menuju base camp. Hujan pun turun membasahi gunung slamet, sambil memasak di bawah flysheet kita pun bercanda ria sambil menikmati alam di gunung Slamet. Setelah semua selesai kita mulai mempacking semua barang kita sambil mebersihkan tempat kita mendirikan tenda. Setelah selesai semua dan waktu menunjukan pukul 17.55 kita pun turun. Di perjalan turun banyak sekali hal di luar akal manusia / hal mistis yang kita rasakan di sana.

MINGGU, 08 MEI 2016

         Setelah berjalan kurang lebih 7 jam kita pun sampai di base camp slamet. Sesampainya di sana pada pukul 02.00 sebagian dari kita membersihkan badan dan yang lainnya makan, setelah beres sebagian dari kita tidur sebentar sampai subuh. Setelah itu kita bangun untuk bersiap menuju terminal Purwokerto menggunakan mobil carteran, setelah sampai dan saya memesan tiket untuk kembali ke Tangserang Selatan. Setelah selesai membeli tiket kita pun istirahat sambil makan serta sholat. Waktu pun menunjukan pukul 10.00 dan kita berangkat menuju Tangerang Selatan. Tanpa terasa akhirnya kita sampai di Tangerang Selatan pada pukul 20.46, kita jalan sedikit menuju tempat penjemputan, sambil menunggu kita saling bercerita tentang apa yang kita alami saat di gunung Slamet. Setelah jemputan kita datang kita pun kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.Gunung Slamet menyisakan memori mendalam tentang keseruan medannya, serta kemegahan panorama alamnya.

         
            Saya Yudhistira Alfarishi selaku ketua Divisi Gunung dan Hutan mengakhiri laporan perjalanan ekspedisi Gunung Slamet, Baturaden, Jawa Tengah, mengucapkan maaf apa bila ada salah dalam bertutur bahasa.
Wassalamualaikum. Wr.Wb





Yudhistira Alfarishi